Profil Perusahaan Gas Negara

Dalam rangka menyambut 1 (satu) dekade pengabdian saya bekerja di Perusahaan Gas Negara (PGN) pada bulan April 2013 yang akan datang, pada kesempatan kali ini saya posting profil PGN yang saya sarikan dari berbagai sumber yang dapat saya peroleh.

Sejarah dan Perkembangan PGN

Merunut sejarah PGN akan membawa kita ke periode kolonialisasi Belanda saat pertama kali PGN didirikan sebagai sebuah perusahaan swasta Belanda dengan nama Firma I. J. N. Eindhoven & Co. Gravenhage pada tahun 1859. Firma ini bergerak di bidang pembuatan dan pendistribusian gas buatan atau yang lebih dikenal dengan sebutan gas kota yang dihasilkan dari batu bara dan minyak bakar. Pada tahun 1950, perusahaan ini diambil alih oleh pemerintah Belanda dan diberi nama NV. Netherland Indische Gaz Maatschapij (NV. NIGM). Pada tahun 1958, saat diambil alih oleh pemerintah Indonesia nama perusahaan diganti menjadi Badan Pengambil Alih Perusahaan-Perusahaan Listrik dan Gas (BP3LG) yang kemudian beralih status menjadi BPU-PLN pada tahun 1961. Pada tanggal 13 Mei 1965, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 1965, perusahaan ditetapkan sebagai perusahaan negara dan diberi nama Perusahaan Negara (PN) Gas.

PN Gas memasuki periode baru dalam sejarahnya saat mulai mendistribusikan gas bumi yang berkualitas tinggi dan ramah lingkungan menggantikan gas kota yang berkualitas rendah dan tidak ramah lingkungan untuk pertama kalinya melalui jaringan pipa distribusi yang dimilikinya dalam jumlah yang terbatas di wilayah Cirebon pada tahun 1974. Setelah sukses dengan pendistribusian gas bumi di wilayah Cirebon tersebut, PN Gas kemudian mulai mendistribusikan gas bumi di wilayah-wilayah lain di Indonesia yaitu secara berturut-turut di Jakarta pada tahun 1979, Medan pada tahun 1985, Surabaya pada tahun 1994, dan Palembang pada tahun 1996.

Pada tahun 1985, sekitar satu dekade setelah gas bumi pertama kali didistribusikan di Cirebon, volume penjualan gas yang dilakukan oleh PN Gas telah meningkat sampai lebih dari lima kali dibandingkan dengan volume penjualan gas bumi di tahun 1974 yang hanya sebesar sebesar 3 MMSCFD. Prestasi ini merupakan salah satu momentum dalam sejarah PN Gas yang ditindaklanjuti oleh pemerintah Indonesia dengan merubah status PN Gas menjadi Perusahaan Umum (PERUM) Gas Negara pada tahun 1986.

Keberhasilan Perum Gas Negara dalam bisnis distribusi gas bumi mendorong pemerintah untuk memberikan tanggung jawab yang lebih besar dengan memperluas cakupan bisnis Perum Gas Negara dari semula hanya menangani bisnis distribusi gas bumi ditambah dengan menangani bisnis transmisi gas bumi. Hal ini dilakukan oleh pemerintah dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 37 tahun 1994 yang juga merubah status Perum Gas Negara menjadi Perusahaan Gas Negara (PERSERO).

Selanjutnya, perkembangan PGN dapat dipaparkan kedalam beberapa peride berikut ini:

Periode Strategi Pengembangan Usaha Tahap I (1996 – 2001)

Setelah mendapatkan tambahan tanggung jawab di bidang bisnis transmisi gas bumi, PGN melaksanakan beberapa strategi bisnis selama periode tahap pertama ini yaitu:

  • Merestrukturisasi kebijakan harga gas yang semula seluruh komponennya dalam mata uang Rupiah menjadi strategi harga yang mengkombinasikan mata uang Dollar dan mata uang Rupiah dengan komposisi sekitar 75% dalam mata uang Dollar dan 25% dalam mata uang Rupiah.
  • Penyelesaian pipa transmisi gas pertama PGN sepanjang 536 km yang membentang dari Grissik sampai Duri pada tahun 1998.

Periode Strategi Pengembangan Usaha Tahap II (2001 – 2003)

Dalam periode tahap kedua ini PGN mendirikan sebuah anak perusahaan, yang berupa sebuah konsorsium yang dinamakan PT. Transasia, pada tahun 2002. Konsorsium ini bertanggung jawab atas pengoperasian seluruh jaringan pipa transmisi Grissik – Duri. Setahun kemudian PGN menyelesaikan proyek konstruksi jaringan pipa transmisi Grissik – Pulau Batam – Singapura sepanjang 470 km yang merupakan pipa transmisi gas bumi pertama milik Indonesia yang digunakan untuk mengekspor gas bumi ke luar negeri. Proyek ini dibiayai oleh Asian development Bank (ADB) dan European Investment Bank (EIB).

Pada tahun yang sama, PGN melakukan restrukturisasi perusahaan dengan membentuk Perusahaan Holding dan menggabungkan cabang-cabang yang dimilikinya ke dalam tiga Strategic Business Unit (SBU) yaitu SBU Distribusi Wilayah I Jawa Bagian Barat, SBU Distribusi Wilayah II Jawa Bagian Timur, dan SBU Distribusi Wilayah III Sumatera Bagian Utara.

Selanjutnya, setelah membuktikan dirinya mampu bersaing dalam pasar global melalui penyelesaian jaringan pipa transmisi Grissik – Singapura, PGN kembali mentransformasikan dirinya kali ini menjadi perusahaan yang lebih transparan dengan mencatatkan saham perusahaan di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada akhir tahun 2003 serta menerbitkan obligasi Eurobond I sehingga perusahaan memperoleh dana untuk mengembangkan usaha sebesar USD 150 juta.

Periode Strategi Pengembangan Usaha Tahap III (2004 – 2007)

Pada awal tahun 2004, PGN kembali menerbitkan Eurobond II ke pasar obligasi internasional untuk memperoleh dana sebesar USD 125 juta yang akan digunakan untuk pembiayaan proyek jaringan pipa transmisi gas bumi yang akan menghubungkan pulau Sumatera dengan pulau Jawa. Periode tahap ketiga strategi pengembangan usaha ini merupakan titik kritis bagi PGN dimana PGN menganggap perlu untuk melaksanakan tiga proyek konstruksi jaringan pipa transmisi gas bumi berskala besar dengan panjang total 10.640 km dan enam proyek konstruksi jaringan pipa distribusi gas bumi sebagai berikut:

  • Proyek konstruksi jaringan pipa transmisi gas bumi jalur Sumatera Selatan – Jawa Barat Tahap I dengan rute Pagardewa – Labuhan Maringgai – Cilegon – Cimanggis.
  • Proyek konstruksi jaringan pipa transmisi gas bumi jalur Sumatera Selatan – Jawa Barat Tahap II dengan rute Grissik – Pagardewa – Labuhan Maringgai – Muara Karang – Muara Tawar – Tanjung Priok.
  • Proyek konstruksi jaringan pipa transmisi gas bumi jalur Duri – Dumai – Medan.
  • Enam buah proyek konstruksi jaringan pipa distribusi gas bumi yang bertujuan memenuhi permintaan pasar di wilayah Banten, Jawa Barat, Pekanbaru, Jambi, lampung dan Jawa Tengah.

Periode Strategi Pengembangan Usaha Tahap IV (> 2010)

Periode berikutnya merupakan tahap “kedewasaan” PGN tercapai setelah tahun 2010. Sejak saat itu, PGN telah menjadi perusahaan yang memiliki performa finansial terutama yang meliputi asset-asset, pendapatan, keuntungan dan kapitalisasi pasar yang terus berkembang jauh lebih baik dari sebelumnya.

Ruang Lingkup Bisnis PGN

PGN merupakan perusahaan publik yang memiliki ruang lingkup bisnis di bidang penyediaan kebutuhan gas bumi yang meliputi kegiatan transmisi dan distribusi gas bumi dengan pengalaman selama empat dekade.

Kegiatan usaha transmisi gas bumi PGN saat ini mengoperasikan tiga jaringan pipa transmisi gas bumi yang meliputi jalur Grissik – Duri, Grissik – Singapura, dan jaringan pipa transmisi Medan dengan total panjang pipa sebesar 1.073 km dan volume penjualan gas bumi sebesar kurang lebih 500 MMSCFD serta memiliki kontribusi sebesar 40% dari total keuntungan yang diperoleh PGN. Selain itu, PGN juga merencanakan untuk melaksanakan proyek konstruksi jaringan pipa transmisi gas bumi sepanjang 2.814 km yang terdiri atas:

  1. Jalur Pagar Dewa – Cilegon, Cilegon – Cimanggis, Grissik – Pagar Dewa (Proyek Sumatera Selatan – Jawa Barat) dengan panjang pipa sebesar 746 km.
  2. Jalur Duri – Medan dengan panjang pipa sebesar 450 km.
  3. Jalur Kalimantan Timur – Jawa Timur – Jawa Barat dengan panjang pipa sebesar 1.600 km.

Kegiatan usaha distribusi gas bumi PGN saat ini dilaksanakan melalui tiga belas area penjualan yang berada di bawah pembinaan masing-masing SBU yaitu area penjualan Jakarta, Bogor, Banten, Cirebon, Bekasi, Karawang, Palembang, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Medan, Batam, dan Pekanbaru dengan total panjang pipa sebesar lebih dari 2.500 km dan volume penjualan gas bumi sekitar 300 MMSCFD serta memiliki kontribusi sebesar 60% dari total keuntungan yang diperoleh PGN.

Mengingat wilayah usaha PGN yang luas yaitu meliputi pulau Sumatera dan Jawa, maka untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada para pelanggannya PGN membagi wilayah usaha distribusi gasnya ke dalam 3 (tiga) Wilayah Strategic Business Unit (SBU). Pembentukan SBU bertujuan meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengelolaan jaringan dan fasilitas di wilayah SBU sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan menuju kepuasan pelanggan serta mempercepat penetrasi dan ekspansi pasar. Ketiga SBU yang dimaksud adalah:

  1. SBU Distribusi Wilayah I Jawa Bagian Barat, meliputi wilayah Jawa Bagian Barat sampai dengan Sumatera Bagian Selatan.
  2. SBU Distribusi Wilayah II Jawa Bagian Timur, meliputi wilayah Jawa Bagian Timur yang terbagi atas 2 (dua) wilayah operasi yaitu operasi wilayah I (Surabaya-Gresik) dan operasi wilayah II (Sidoarjo-Mojokerto dan Pasuruan-Probolinggo), serta 3 (tiga) Area Penjualan yaitu Area Surabaya-Gresik, Area Sidoarjo-Mojokerto, dan Area Pasuruan-Probolinggo.
  3. SBU Distribusi Wilayah III Sumatera Bagian Utara, meliputi wilayah Medan dan sekitarnya, Kepulauan Riau, Riau dan Jambi.

Berikut adalah gambar batas wilayah operasi masing-masing SBU Distribusi PGN:

Pembagian Wilayah Operasi SBU

Pembagian Wilayah Operasi SBU

Kepemilikan Pemerintah dan Regulasi Bisnis PGN

Mengacu kepada Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi No. 22 tahun 2001, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan pemegang hak kepemilikan pemerintah atas PGN, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (MIGAS) bertanggung jawab untuk melaksanakan supervisi dan memberikan saran-saran yang bersifat teknis kepada PGN, sedangkan Badan Pengatur Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas (BPH MIGAS) bertindak sebagai regulator sebagaimana yang terlihat dari Gambar berikut:

Skema Kepemilikan Pemerintah dan Regulasi atas PGN

Skema Kepemilikan Pemerintah dan Regulasi atas PGN

 

Visi, Misi dan Budaya PGN

Untuk menghadapi tantangan kompetisi usaha di masa depan, PGN telah menetapkan Visi dan Misi perusahaan serta merumuskan nilai-nilai yang dianut perusahaan ke dalam suatu budaya perusahaan.

Berikut adalah Visi, Misi, dan Nilai-Nilai Budaya PGN:

Visi PGN

Menjadi perusahaan kelas dunia dalam pemanfaatan gas bumi.

Misi PGN

Meningkatkan nilai tambah Perusahaan bagi stakeholder melalui:

  • Penguatan bisnis inti di bidang transportasi, niaga gas bumi dan pengembangannya.
  • Pengembangan usaha pengolahan gas.
  • Pengembangan usaha jasa operasi, pemeliharan dan keteknikan yang berkaitan dengan industri migas.
  • Profitisasi sumber daya dan aset perusahaan dengan mengembangkan usaha lainnya.

Nilai-Nilai Budaya PGN

Nilai Budaya PGN terkandung dalam ProCISE yang merupakan singkatan dari Profesionalism, Continuous Improvement, Integrity, Safety, dan Excellent Service.

Share
Posted in Review | Tagged , , , | 4 Comments